Dr.Yogie Fahrisal Dipercaya Jadi Dekan Universitas Al-Khairiyah, Tetap Aktif Mengabdi di Polres Cilegon

CILEGON | ASATUNEWS - Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dilakukan melalui satu profesi. Hal itu ditunjukkan Iptu Dr. Yogie Fahrisal yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam Universitas Al-Khairiyah Cilegon, di tengah kesibukannya sebagai anggota Polres Cilegon.(13/8)

Saat ini, Dr.Yogie menjalankan tugas sebagai Kasat Pamobvit Polres Cilegon. Di luar tugas kedinasannya, ia juga aktif di dunia akademik dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa.

Bagi Dr. Yogie, keterlibatan di dunia pendidikan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, anggota kepolisian tidak hanya memiliki peran dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Polisi perlu hadir di dunia pendidikan dan peduli terhadap kampus,” ujar Yogie, Rabu (12/8/2026).

Aktivitas Dr. Yogie di dunia pendidikan bukan hal yang baru. Ia telah mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar selama kurang lebih lima tahun. Sebelum bergabung dengan Universitas Al-Khairiyah, ia juga pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi swasta di Provinsi Banten.

Sementara di Universitas Al-Khairiyah, Dr.Yogie telah menjalankan aktivitas akademik sekitar satu tahun. Bidang yang diajarkannya berkaitan dengan hukum dan manajemen sumber daya manusia, dengan konsentrasi utama pada ilmu hukum.

Pengalaman sebagai anggota Polri menjadi bekal tersendiri ketika berada di lingkungan akademik. Pengalaman dalam menjalankan tugas kepolisian memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa dalam memahami hukum serta berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Meski dipercaya mengemban jabatan akademik, Dr. Yogie memastikan tugas sebagai anggota Polri tetap menjadi tanggung jawab utama.

Untuk menjaga keseimbangan antara kedinasan dan aktivitas pendidikan, kegiatan mengajar dilakukan secara daring dan dijadwalkan pada sore hari sehingga tidak mengganggu pekerjaan sebagai anggota kepolisian.

Bagi Dr. Yogie, pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan teori dan pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan menjadi ruang untuk membentuk karakter, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menanamkan nilai integritas kepada generasi muda.

Ia pun berpesan agar generasi muda terus meningkatkan kemampuan dan menjaga integritas dalam menjalankan profesi masing-masing.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena itu, tingkatkan kualitas diri, pertahankan integritas, dan jadilah pribadi yang dikenang karena manfaatnya,” tuturnya.

Selain fokus pada dunia pendidikan, Yogie juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan sikap terbuka, ramah, dan penuh tanggung jawab. Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan.

“Berikan kegembiraan dan layani masyarakat dengan baik. Jangan sampai masyarakat lari dari kita atau menghindari kita,” pesannya.

Amanah sebagai dekan sekaligus tugas sebagai anggota Polri membuat Dr. Yogie menjalani dua ruang pengabdian sekaligus. Di satu sisi, ia menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, ia turut berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda melalui dunia pendidikan.

Peran tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai bidang. Bagi Dr. Yogie, ilmu, pengalaman, dan profesi bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat menjadi sarana memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari lingkungan kepolisian hingga ruang akademik, Dr. Yogie Fahrisal memilih untuk terus mengabdi, berbagi pengetahuan, dan menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada generasi penerus.[R.Hidayat]

Lebih baru Lebih lama