CILEGON | ASATUNEWS - Dunia pendidikan tinggi Islam di Kota Cilegon mencatat sejarah baru. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (INSTAL) setelah memperoleh pengesahan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 595 Tahun 2026.(12/6/2026)
Perubahan status tersebut menjadikan INSTAL sebagai institut agama Islam pertama yang berkedudukan di Kota Cilegon.
Transformasi ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan peran Al Khairiyah sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah lama berkontribusi mencetak sumber daya manusia unggul di Provinsi Banten.
Ketua STIT Al Khairiyah, Ahmad Munji, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya keputusan tersebut. Menurutnya, perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan capaian besar yang telah lama diperjuangkan.
“Alhamdulillah, Keputusan Menteri Agama terkait perubahan STIT menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah sudah resmi diterbitkan. Ini menjadi institut agama Islam pertama yang berdiri di Kota Cilegon,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, surat keputusan perubahan status itu diserahkan langsung oleh Kepala Subdirektorat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Asro’i, di Jakarta.
Proses Panjang dan Penuh Persiapan
Perjalanan menuju status institut tidak berlangsung instan. Ahmad Munji mengungkapkan bahwa proses pengajuan memerlukan waktu sekitar enam bulan dengan berbagai tahapan administrasi, akademik, hingga verifikasi kelembagaan yang harus dipenuhi sesuai regulasi Kementerian Agama.
Dengan terbitnya keputusan tersebut, INSTAL kini memasuki fase baru pengembangan pendidikan tinggi Islam yang lebih luas dan komprehensif.
“Mulai hari ini kami sudah bisa memperkenalkan Institut Agama Islam Al Khairiyah kepada masyarakat. Ini menjadi langkah awal untuk pengembangan yang lebih besar ke depan,” katanya.
Miliki Tiga Fakultas dan Enam Program Studi
Sebagai institut, INSTAL saat ini menaungi tiga fakultas dengan enam program studi yang siap mendukung pengembangan pendidikan Islam modern.
Fakultas Tarbiyah membawahi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Fakultas Syariah mengelola Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, sementara Program Studi Manajemen Haji dan Umrah masih dalam proses pengajuan.
Sedangkan Fakultas Dakwah menaungi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta tengah mengusulkan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
Selain itu, pihak kampus juga sedang mempersiapkan pembukaan program pascasarjana sebagai bagian dari pengembangan akademik yang berkelanjutan.
“Program pascasarjana sudah kami ajukan. Mudah-mudahan pada Juli mendatang sudah memasuki tahap asesmen,” ungkap Munji.
Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja
Perubahan status menjadi institut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Jika sebelumnya lulusan lebih banyak berorientasi pada sektor pendidikan, kini peluang karier terbuka lebih luas di berbagai bidang.
Lulusan INSTAL nantinya dapat berkiprah dalam sektor ekonomi syariah, perbankan syariah, pengelolaan haji dan umrah, komunikasi Islam, hingga dakwah berbasis teknologi digital.
Pengembangan program studi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus pertumbuhan industri halal yang terus berkembang di Indonesia.
“Ke depan, alumni Al Khairiyah memiliki lebih banyak pilihan karier sesuai kompetensi yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Wujud Amanat Besar Al Khairiyah
Bagi keluarga besar Al Khairiyah, lahirnya Institut Agama Islam Al Khairiyah bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga realisasi cita-cita panjang organisasi dalam memperkuat eksistensi pendidikan tinggi Islam.
Ahmad Munji menyebut keberhasilan tersebut merupakan amanat yang selama ini diperjuangkan bersama seluruh elemen Al Khairiyah dan mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Al Khairiyah.
“Ini merupakan harapan seluruh warga Al Khairiyah sekaligus amanat dari Ketua Umum PB Al Khairiyah. Alhamdulillah, sebelum dua tahun masa jabatan saya berakhir, amanah itu bisa kami tunaikan,” tuturnya.
Dengan status baru sebagai institut, INSTAL diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan ekonomi syariah di kawasan industri Kota Cilegon serta melahirkan generasi yang religius, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.[R.Hidayat/Red*]