PB Al-Khairiyah Soroti Dampak Industri Banten, Minta Lingkungan Bojonegara Jadi Prioritas

SERANG | ASATUNEWS -  Pertumbuhan investasi dan industri di Provinsi Banten dinilai harus berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan hidup serta peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.(10/6/2026)

Hal itu menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH Ali Mujahidin dengan Gubernur Banten Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, hingga dampak ekspansi kawasan industri terhadap lingkungan masyarakat.

Ketua Umum PB Al-Khairiyah KH Ali Mujahidin menegaskan bahwa Banten saat ini menjadi salah satu tujuan investasi terbesar di Indonesia. Posisi strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera menjadikan provinsi ini magnet bagi investasi nasional maupun internasional.

“Banten merupakan gerbang investasi Indonesia. Pertumbuhan industri yang terjadi selama ini merupakan aset penting yang harus dijaga. Namun keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari nilai proyek atau pertumbuhan ekonomi semata,” ujar pria yang akrab disapa Mumu.

Menurutnya, masyarakat sekitar kawasan industri harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari masuknya investasi. Penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kesejahteraan, serta menurunnya angka pengangguran harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, PB Al-Khairiyah juga menyoroti kondisi lingkungan di kawasan industri Bojonegara dan Puloampel yang dinilai membutuhkan perhatian lebih serius. Aktivitas pertambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) serta tingginya mobilitas kendaraan pengangkut material disebut berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan warga.

“Pembangunan industri tidak boleh mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat,” tegas Mumu.

Sebagai bentuk solusi, PB Al-Khairiyah mengusulkan Pemerintah Provinsi Banten menyusun regulasi khusus yang mewajibkan penggunaan jumbo bag dan terpal penutup standar pada kendaraan pengangkut material tambang guna mengurangi debu dan pencemaran udara.

Selain itu, organisasi yang berdiri sejak 1925 tersebut juga mendorong penerapan pengaturan lalu lintas armada tambang, termasuk opsi sistem ganjil-genap, untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalur yang berdekatan dengan permukiman warga.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Menurutnya, konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri harus terus diperkuat agar pembangunan kawasan industri memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banten.

Menanggapi hal tersebut, PB Al-Khairiyah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut melalui Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL) yang telah membuka sejumlah program studi berbasis kebutuhan industri, seperti Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia.

Audiensi tersebut mencerminkan kesamaan visi antara Pemerintah Provinsi Banten dan PB Al-Khairiyah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. 

Investasi dan industri tetap menjadi penggerak ekonomi daerah, namun harus dibarengi dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, dan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal.

Pesan yang mengemuka dari pertemuan tersebut adalah bahwa masa depan Banten tidak hanya ditentukan oleh banyaknya industri yang berdiri, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.[R.Hidayat/Red*]
Lebih baru Lebih lama