JAKARTA | ASATUNEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air usai menjalani kunjungan kenegaraan ke Prancis yang menghasilkan sejumlah capaian strategis bagi Indonesia. Salah satu hasil terpenting dari lawatan tersebut adalah tercapainya kesepakatan kerja sama dan investasi senilai USD 3,5 miliar atau setara Rp61,25 triliun.(31/5/2026).
Pesawat yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Kedatangannya disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita.
Kunjungan kenegaraan ke Prancis menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, perdagangan, energi, hingga pertahanan.
Salah satu terobosan yang berhasil diwujudkan adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council, sebuah forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis. Forum ini diharapkan menjadi jembatan yang mempercepat arus investasi dan meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai USD 3,5 miliar.
Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kerja sama industri dan pertahanan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menilai pembentukan dewan bisnis tersebut sebagai langkah strategis yang akan membuka peluang lebih besar bagi dunia usaha kedua negara.
“Forum ini bukan sekadar ruang dialog, tetapi menjadi motor penggerak investasi, perdagangan, dan kemitraan strategis yang mampu memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Prancis,” ujarnya.
Dewan bisnis ini melibatkan sekitar 30 perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar mencapai USD 1,3 triliun.
Kehadiran para pelaku usaha kelas dunia tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap potensi ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Selain menjalankan agenda resmi kenegaraan, Presiden Prabowo juga memanfaatkan kunjungannya untuk bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris.
Dalam suasana Hari Raya Iduladha, Presiden turut melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia yang berada di Prancis, mencerminkan kedekatan pemimpin dengan warganya di luar negeri.
Pemerintah optimistis hasil kunjungan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, menciptakan peluang kerja baru, memperkuat investasi asing, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Target tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berfokus pada kerja sama jangka pendek, tetapi juga membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan demi kemajuan bersama.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang semakin diperhitungkan dalam peta ekonomi dunia.(Mat/Red*)