CILEGON | ASATUNEWS - Dalam momentum peringatan Hari Buku Nasional, Dewan Penasihat Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia, Dr. Yogie Fahrisal, mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan budaya literasi melalui kegiatan membaca dan menulis sebagai bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurut Dr. Yogie, membaca merupakan salah satu cara terbaik untuk membuka cakrawala berpikir serta memperluas wawasan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis. Sementara menulis menjadi sarana untuk menuangkan gagasan, pengalaman, hingga ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Melalui membaca kita dapat membuka cakrawala berpikir dan terus mengasah kemampuan diri. Sedangkan dengan menulis, kita bisa meninggalkan karya dan inspirasi bagi generasi mendatang,” ujar Dr. Yogie Fahrisal, Selasa (20/5/2026).
Momentum Hari Buku Nasional juga dimanfaatkan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia untuk mengajak generasi muda agar lebih aktif dalam dunia literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.
Dr. Yogie menilai, budaya membaca dan menulis harus terus ditanamkan sejak dini agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menciptakan karya-karya positif dan edukatif.
Diketahui, Dr. Yogie Fahrisal juga aktif menghasilkan berbagai karya buku yang menjadi bentuk kontribusinya dalam dunia pendidikan, literasi, dan pengembangan wawasan masyarakat. Kehadirannya di dunia kepenulisan diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para penulis muda dan insan jurnalis untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas literasi bangsa.
Peringatan Hari Buku Nasional sendiri menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa buku tetap memiliki peran strategis sebagai sumber ilmu pengetahuan, inspirasi, dan peradaban di tengah era digitalisasi saat ini.
(red*)