BALI | ASATUNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung perkembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan salah satu program prioritas nasional di bidang pendidikan berjalan sesuai harapan.(7/6/2026)
Presiden tiba di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan sekitar pukul 11.42 WITA dan disambut antusias oleh para siswa, guru, serta masyarakat yang telah menunggu sejak pagi di lingkungan sekolah.
Suasana penyambutan berlangsung meriah ketika kendaraan Maung RI 1 yang membawa Presiden memasuki area sekolah. Para pelajar secara serempak menyanyikan lagu penyambutan dan menyampaikan salam hangat kepada kepala negara.
“Selamat datang Bapak Presiden Prabowo,” seru para siswa dengan penuh semangat.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Tari Kecak, salah satu kesenian tradisional khas Bali, yang dibawakan oleh para siswa SRMP 17 Tabanan. Irama khas "cak, cak, cak" mengiringi gerakan para penampil yang tampil kompak dan penuh percaya diri di hadapan Presiden.
Usai menyaksikan pertunjukan, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa, berjabat tangan, dan berbincang dengan sejumlah siswa. Interaksi hangat tersebut disambut gembira oleh para pelajar yang hadir.
Dalam kunjungannya, Presiden juga meninjau berbagai fasilitas sekolah serta melihat secara langsung proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di Sekolah Rakyat tersebut.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal, termasuk mereka yang berisiko putus sekolah.
“Sekolah Rakyat ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden. Tidak ada pendaftaran berbayar, tidak boleh ada titipan. Kita menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan,” ujar Saifullah.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan pemerataan pendidikan, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.(DK/RED*)