Monumen SMSI Cilegon Dipercantik, Siap Jadi Destinasi Wisata dan Ikon Sejarah Pers Nasional

    Foto : Istiemewa / Rahmat/asatunews

CILEGON | ASATUNEWS -  Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Cilegon kini tampil semakin indah dan representatif.(1/6/2026)

Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) melakukan penataan serta penanaman berbagai jenis tanaman hias guna mempercantik kawasan monumen yang telah menjadi salah satu daya tarik wisata kota.

Beragam tanaman seperti bugenvil tiga warna, tabebuya, dan asoka ditanam di sekitar area monumen. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi monumen sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus sarana edukasi sejarah pers nasional.

Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, mengapresiasi upaya yang dilakukan Disperkim dalam merawat dan mempercantik kawasan monumen. Menurutnya, peremajaan tanaman tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap estetika kota sekaligus penghargaan terhadap sejarah perkembangan media siber di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kinerja Disperkim serta perhatian yang diberikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon. Di tengah kesibukan melayani masyarakat, mereka tetap memberikan perhatian terhadap penataan kota, termasuk area Monumen SMSI yang saat ini telah menjadi salah satu destinasi tujuan wisata di Kota Cilegon," ujar Wawan, Senin(1/6/2026).

Ia menilai kegiatan gotong royong yang diinisiasi Disperkim menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Cilegon dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta kelayakan fasilitas publik. Kehadiran monumen yang terawat juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Dengan penataan yang dilakukan, kawasan monumen kini tampak lebih hijau, segar, dan nyaman. SMSI berharap program serupa dapat terus berlanjut di berbagai ruang terbuka publik lainnya guna mewujudkan Kota Cilegon yang tidak hanya maju sebagai kota industri, tetapi juga asri dan ramah bagi masyarakat.

Monumen Penuh Makna Sejarah
Monumen SMSI diresmikan oleh Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, pada 7 Februari 2026 bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten. Kehadiran monumen tersebut menjadi simbol penting perjalanan organisasi media siber terbesar di dunia yang lahir dari semangat kolaborasi, profesionalisme, dan komitmen terhadap demokrasi.

Secara arsitektur, monumen ini dirancang dengan filosofi yang merepresentasikan tanggal lahir SMSI pada 7 Maret 2017. Tiga anak tangga melambangkan bulan kelahiran organisasi, tujuh pilar demokrasi melambangkan tanggal kelahiran, sementara tinggi monumen 2,17 meter menjadi representasi tahun berdirinya SMSI, yakni 2017.

Setiap elemen bangunan memiliki makna simbolis yang mencerminkan komitmen SMSI terhadap kebebasan pers, nilai-nilai demokrasi, independensi media, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Titik Nol Kebangkitan Media Siber Indonesia

Pembangunan Monumen SMSI juga menjadi bentuk penghargaan terhadap para pendiri organisasi yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan media siber nasional.

Dari Kota Cilegon, semangat kebersamaan dan profesionalisme media siber tumbuh hingga menjangkau seluruh Indonesia.

Setelah terbentuk di 34 provinsi, SMSI kemudian ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020 tertanggal 29 Mei 2020. Penetapan tersebut semakin memperkuat posisi SMSI sebagai bagian penting dalam ekosistem pers nasional.

Keberadaan Monumen SMSI menegaskan bahwa Kota Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan media siber Indonesia.

Monumen ini menjadi simbol "Titik Nol" kebangkitan media siber nasional sekaligus pengingat bahwa kemajuan industri dan kemajuan informasi dapat berjalan beriringan demi membangun peradaban yang berlandaskan kebenaran, independensi, dan tanggung jawab jurnalistik.(Mat/Red*)
Lebih baru Lebih lama